• Ruang

    Ruang

    Sebuah ruang dimensi kosong yang harus diisi dengan keindahan dan karya.

  • Publikasi

    Publikasi

    Memunculkan sebuah keindahan karya di tengah gersangnya padang pasir di negri ini.

  • Karya

    Karya

    Sebuah penyegaran dan penghilang dahaga cipta karsa manusia yang kering.

  • Budaya

    Budaya

    Warisan nenek moyang sebuah bangsa yang harus dilestarikan dan dijaga, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.

  • Anak

    Anak

    Benih pelestari budaya dan seni di negri ini.

  • Indonesia

    Indonesia

    Surga khatulistiwa yang kaya akan karya dan budaya, sudah saatnya untuk mempublikasikan karya anak Indonesia.

Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Drawing Face (Sketsa Wajah)

0 komentar


Saat pertama kali membuat sketsa, seringkali kita dibuat bingung dengan apa yang harus kita goreskan ke dalam skatchbook kita. Sebetulnya terdapat tahapan-tahapan dalam menggambar khususnya dalam pembuatan sebuah sketsa. Berikut merupakan tahapan-tahapan dalam menggambar seketsa wajah.


  Tahap 1 :
- Sket kasar memakai pensil grade HB.





  Tahap 2 :
- Mulai mengisi tone di wajah, termasuk mata, hidung, bibir dan telinga dengan pensil mix grade (2H, HB, B, 2B) sambil memperbaiki sketsa yang dirasa kurang pas.
- Pada bola mata, bulatan hitam menggunakan 5B kemudian diblend dengan 3B.



  Tahap 3 :
- Masih mengerjakan bagian wajah dan mulai mengisi bagian leher dan dada (grade kurang lebih sama).
- Pada bagian bawah leher yang gelap memakai grade 2B dan 3B.
- Menambah shading pada mata, hidung, bibir, dan telinga.
- Mulai mengisi bagian rambut dengan grade 3B dan 4B.




   Tahap 4 :
- Menambah arsiran pada rambut dengan grade yang sama agar rambut tampak lebih berdimensi.
- Sedikit menambah tone wajah, leher dan dada




  Tahap 5 :
- Pada tahap ini membuat bagian rambut agar terlihat lebih kuat degan menggunakan pensil 6B dan 7B.
- Menambah detail helai-helai rambut dengan grade B, 2B dan 3B.




  Tahap 6 :
- Memperbanyak arsiran helai rambut dengan B, 2B dan 3B, dan juga meratakan bagian gelap rambut dengan grade 2B dan 3B. OK..hair is done here!

  Tahap 7 :

- Mengisi tone t-shirt dengan 6B dan 7B.




  Tahap 8 :
- Menambah tone t-shirt lebih gelap dengan 6B, kemudian menggosoknya dengan kertas tissue agar menghasilkan efek fading (dengan teknik arsir juga bisa, dengan variasi grade).




  Tahap 9 :
- Menutup pori-pori kertas gambar yang belum terisi tone dengan menggunakan grade yg lebih keras, dalam hal ini dengan pensil 2B dan 3B.




Refrence: ichtechliomessi.blogspot.com


Read more

Menggambar Dan Melukis Setelah Pensiun?

0 komentar

http://www.rnw.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/Pensiun%C2%A9pedrosimoes7@flickr.jpg

Selayang pandang
Kalau anda menginjak usia 55 tahun dan pada umumnya sudah pensiun bekerja , ada diantara  yang berusia lanjut masih aktif dalam business atau masih dipakai sebagai konsultan di perusahaan lamanya, banyak pula yang sudah menganggur, juga pada ibu-ibu yang anak-anak sudah menikah atau dewasa banyak yang tidak punya pekerjaan alias nganggur.
Blog ini membagi sedikit pengalaman yang mungkin bisa menginspirasi untuk memulai dengan  Karena menganggur kebanyakan usia lanjut seharian menonton Televisi, Sinetron atau film tiada hentii, tidak produktif  dan menambahkan deretan penyakit , kelakuan yang aneh , cepat marah dan tersinggung dan lain-lain , hal seperti itu harus dihindari, jangan menantikan sesuatu yang tidak jelas apa yang dinanti tetap bersemangat untuk berkreasi tidak mengenal usia. Kalau sadar akan keterbatasan usia senja


Read more

Teknik Melukis

1 komentar



Sebagai sebuah aktivitas seni, tentu saja terdapat beberapa teknik baku dalam lukis. Lukis sendiri dilakukan dengan menggunakan cat minyak. Bahkan dalam melukis objek yang paling sederhanapun tetap membutuhkan teknik supaya lukisan yang dihasilkan maksimal. Macam - macam teknik lukis terdiri dari 3 teknik, yaitu: teknik basah, teknik kering, dan teknik campuran. Dibawah ini akan dijelaskan secara rinci masing - masing teknik lukis tersebut.
 
 
TEKNIK BASAH
 
Merupakan teknik lukis dengan cara mengencerkan cat minyak terlebih dahulu dengan menggunakan minyak cat, baru kemudian dipoleskan diatas permukaan kanvas. Dalam teknik ini menggunakan jenis kuas yang panjang bulunya. Teknik basah ini biasanya digunakan untuk melukis secara rata (flat) atau tanpa kesan volume. Kelebihan dari teknik  ini adalah: akan cepat memblok warna, lukisan terlihat bersih dan cemerlang, hanya membutuhkna cat minya yang relatif sedikit, serta cat minyak yang menempel di palet masih tetap bisa dipergunakan.
 
 
TEKNIK KERING
 
Melukis dengan menggunakan teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan minyak cat (linseed oil). Teknik ini menggunakan kuas dalam keadaan kering dan tidak berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan cat yang baru dikeluarkan dari dalam tube. Teknik kering ini cocok untuk melukis dengan kesan volume dan keruangan, seperti realisme, naturalisme, dan surelisme. Adapun kelebihan dari teknik kering ini adalah: mudah membentuk objek dan kesan keruangan, mudah mengontrol proses pendetailan, lebih mudah menghapus warna dengan cara menumpuk dengan warna lain, selama melukis pandangan tidak akna terganggu dengan faktor cat yang mengkilat, serta cat akan lebih cepat kering
 
 
TEKNIK CAMPURAN
 
Banyak orang yang menyebut teknik campuran sebagai teknik akademis. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik kering dan teknik basah. Bisa dibilang teknik ini merupakan penyempurna dari kedua teknik sebelumnya. Teknik ini dilakukan dengan teknik kering dahulu (memblok warna sambil menambah intensitas minyak cat secara perlahan hingga menjelang finishing lukisan


Read more

Macam Peralatan Lukis

2 komentar
Sebagian orang awam, mungkin hanya mengenal beberapa peralatan melukis seperti kuas dan kanvas. Padahal banyak peralatan melukis yang sering digunakan untuk melukis.
 
Kanvas

Kanvas adalah salah satu peralatan melukis yang umum digunakan sebagai media gambar. Selain kanvas yang terbuat dari kain khusus, seorang pelukis juga kerap menggunakan media lain, seperti tembok. Kanvas lukis tersedia di toko dalam bentuk meteran maupun dalam bentuk yang sudah dibingkai. Besarnya bingkai juga bermacam-macam. Disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan si pelukis.



Read more

WPAP Tutorial

0 komentar


Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
Setelah postingan sebelumnya tentang apa itu WPAP sakarang kita akan mengulas bagaimana cara membuat seni WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait), sekarang seni WPAP mulai berkembang karena saya lihat para pemuda  di jejaring sosial banyak yang mendiskusikan tentang seni WPAP.





Di tutorial kali ini, kita akan menggunakan Adobe Illustrator. Tidak masalah jika ada yang menggunakan CorelDRAW maupun Freehand, langkah-langkahnya sama saja.


STEP 1

Gunakan Pen tool (P) untuk menggambar bagian mulut. Gambar dengan garis-garis lurus dan tidak lengkung dan buatlah bentuk berdasarkan intensitas cahaya pada gambar. Artinya, bidang-bidang gambar pen tool di bentuk berdasarkan warna dari wajah (lihat gambar)

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 2

Jika sudah, warnai gambar dengan warna yang dekat dengan warna sebenarnya. Gunakan eyedropper tool (I) untuk langkah ini. Cukup pilih bidang yang ingin diwarnai, lalu tekan tombol I di keyboard untuk memilih eyedropper tool dan klik pada sampel warna yang ingin diambil. Sebagai contoh, jika warna yang ingin diambil adalah bagian bibir, klik eyedropper tool pada bibir. Begitu seterusnya hingga semua bidang diwarnai.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 3

Beralih ke bagian atas, gambar kan bidang-bidang membentuk hidung dan kacamata. Kemiripan wajah sangat tergantung dari bagaimana kita membentuk bidang dengan baik pada daerah-daerah detil seperti mulut, hidung dan mata.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 4

Sama seperti pada STEP 2, warnai juga bidang-bidang yang telah dibuat tadi.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 5

Beralih kebagian pipi hingga leher, bagian ini tidak terlalu detil, jadi gambar bidang-bidang yang lebih besar. Namun tetap ingat, gambarkan berdasarkan intensitas cahaya dan perbedaan warna. Karena walaupun tidak berbentuk detil, kubis-kubis nanti bisa diidentifikasi sebagai sebuah bentuk karna pewarnaan di tiap bidang yang berbeda.

Sama seperti dua bagian sebelumnya, bagian ini juga saya warnai dahulu dengan warna-warna dasar wajah.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 6

Lengkapi dengan membuat beberapa bidang untuk melengkapi bagian-bagian lainnya.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 7

Kali ini kita telah selesai dengan membentuk perwajahan karakter. Sekarang kita pisahkan objek bidang-bidang vektor dengan gambar aslinya dan bersiap untuk pewarnaan.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 8

Dalam WPAP, warna yang digunakan adalah warna-warna yang tidak biasa dan bermain dengan intensitas warna (gelap/terang). Salah satu alternatif yang bisa kita gunakan di Illustrator adalah dengan menggunakan warna pantone. Cukup pilih Window > Swatches lalu klik icon swatches library menudibagian bawah swatches palette, pilih Color Books > Pantone Solid Uncoated. Maka akan terbuka Pantone Solid Uncoated palette.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)
STEP 9 

Ada banyak warna yang bisa ditemukan di Pantone Solid Uncoated palette ini. Selain itu, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi warna berdasarkan intensitas gelap dan terangnya (karena disusun sejajar).

Untuk tips memberi warna karya WPAP anda, cukup ikuti aturan main dari pencahayaan pada gambar yang asli. Misalnya, untuk bagian yang terang, berikan warna-warna terang dengan intensitas yang terang seperti kuning, hijau muda, pink, dll. Sebaliknya, bagian bidang di daerah gelap juga harus diisi dengan warna yang berkarakter gelap seperti biru, merah tua, hijau, coklat, dll.

Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)

Well, inilah karya WPAP dari M Shadow (vokalis band Avenged Sevenfold) yang telah diaplikasikan pada sebuah poster. 
Tutorial WPAP (Wedha's Pop Art Potrait)Sumber http://www.desainstudio.com




Read more

Wedha’s Pop Art Portrait

1 komentar
WPAP ( Wedha’s Pop Art Portrait) adalah gaya ilustrasi potret manusia (biasanya figur-figur terkenal) yang didominasi bidang-bidang datar marak warna depan, tengah dan belakang untuk menimbulkan dimensi, yang dibentuk dari garis-garis imajiner tegas dimana bentuk wajah,

posisi elemen-elemen anggota wajah dan proporsinya tetap sama dengan potret aslinya dengan proses tracing kreatif yang tidak tunduk 100 persen pada apa yang sedang di trace.
WPAP community

Sejarah WPAP

Menggambar sosok manusia realis mempunyai tingkat kesulitan paling tinggi. Kemiripan warna kulit manusia, kehalusan goresan, menjadi sesuatu yang mahal buat Wedha Abdul Rasyid, yang kemudian membuatnya memikirkan cara melukis atau menggambar wajah manusia dengan lebih mudah. Cara yang menurut beliau memungkinkan menghindarkan diri dari keharusan mengolah warna kulit manusia yang sulit, cara tanpa tuntutan ketrampilan yang memadai untuk memulas.
Dan mulailah pada sekitar tahun 1990-1991 beliau mengilustrasikan wajah manusia sebagai kumpulan bidang-bidang datar yang dibentuk oleh garis-garis. Di dalam proses manual beliau menemukan cara yang mudah dan semakin mudah. Tapi semakin mudah cara yang beliau temukan, semakin ragu untuk mengatakan bahwa apa yang beliau hasilkan ini cukup bernilai untuk disebut sebagai karya seni. Walaupun pada kenyataannya karyanya ini mulai digemari pembaca, bahkan pada beberapa kesempatan banyak musisi dunia mengagumi karyanya. Tetapi tetap saja beliau anggap hanya sebagai karya yang paling mudah membuatnya untuk memenuhi tugas beliau sebagai illustrator. Perasaan inilah yang membelenggunya untuk tidak mempublikasikannya secara luas, kecuali untuk pengisi halaman 3 majalahnya.
Memasuki tahun 2007, beberapa orang kenalan berhasil meyakinkan beliau bahwa mereka sampai sekarang masih menyukai dan merasa kangen dengan tampilnya lagi karya yang pada mulanya beliau beri nama Foto Marak Berkotak itu. Puncaknya terjadi pada hari 22 juni 2007. Seorang Ketua jurusan DKV Universitas Multimedia Nusantara bernama Gumelar yang hari itu sengaja ditemuinya, mengatakan bahwa dia yang sudah melanglang jagad itu baru kali ini melihat karya semacam karyanya. Dan melabelkan gaya ini sebagai gaya Wedha dan bahkan beliau berkewajiban untuk meluaskan gaya WPAP ini (yang dikatakan sebagai terobosan baru) kepada semua orang, agar ada yang melanjutkan.
 sumber : http://wpapcommunity.com

nah ini dia hasil-hasil wajah presiden Indonesia kite kalo kena WPAP








kite sugujin juga nih "ger" hasil-hasil WPAP yang lainnya.
Ramones

Setiawan Djody
Gesang

Tohpati
Buya Hamka
John Lennon
Anne Hathaway

Iron Maiden
Elvis Presley
Madonna
Prof.Dr.Boediono

Cut Nyak Dien
The Beatles
Billie Joe Amstrong
Iwan Fals
Jusuf Kalla
 Mario Teguh



Read more